GUNUNG BROMO

Gunung Bromo merupakan salah satu ikon wisata di Jawa Timur yang sangat termasyhur bagi wisatawan domestik dan asing. Situs wisata ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang ingin menikmati keeksotikan panorama alamnya.
Rugi rasanya jika sudah berada di Malang, Pasuruan, Probolinggo atau Lumajang, tetapi tidak sampai mengunjungi tempat ini. Ya memang Gunung Bromo terletak diantara keempat kabupaten tersebut dan masuk dalam Taman Nasonal Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung yang ketinggiannya mencapai 2392 mdpl ini, bisa ditempuh melalui jalur berbeda yang berada di empat kabupaten tersebut.Beberapa waktu lalu untuk memenuhi rasa penasaran, saya mencoba melalui salah satu jalur ke gunung Bromo tersebut, walaupun sebenarnya tujuan saya bukan ke Gunung Bromo, tetapi ke Pasuruan. Perjalanan saya awali dari kota Malang menggunakan sepeda motor, melalui Tumpang- Gubuk Klakah-Ngadas-Jemplang-Bromo yang mencapai sekitar 56 km. Jika dilihat dari jarak sebenarnya tidak terlalu jauh, dalam perkiraan saya paling lama sekitar 1,5 jam sudah sampai.  
Ternyata diluar dugaan, mulai memasuki TNBTS jalannya tidak semulus sebelumnya yang berupa aspal, disini jalan dibuat dari material beton yang tidak rata dan beberapa bagian sudah mengalami kerusakan, bahkan dibeberapa tempat sudah berupa tanah. Terlebih dibeberapa lokasi juga terdapat bekas longsoran tanah dan penyempitan jalan. Memasuki areal ini sepeda motor dipacu tidak lebih dari 20 km/jam, selain jalan yang tidak nyaman dan menanjak, kebetulan tunggangan yang dipake merupakan motor matik jadi sedikit maksa. Alangkah baiknya jika ingin melalui jalur ini gunakan motor yang garang atau penggaruk lumpur sekalian (special engine), dijamin lebih lancar.
Di jalur ini walaupun cukup berat, ternyata memiliki panorama yang luar biasa yang bisa mensugesti kepenatan menjadi hilang. Sekitar 2 km sebelum pintu masuk TNBTS terdapat air terjun Coban Pelangi. Tempat ini sekitar 1 km dari tempat penitipan sepeda motor dipinggir jalan, biasanya ramai dikunjungi tertuma di hari-hari libur. 
Sekitar 2 km setelah pintu masuk TNBTS juga terdapat air terjun lagi yaitu Coban Trisula, tempat ini juga patut anda singgahi.
Setelah melalui rute diatas, saya baru sampai di Bromo setelah sekitar 3 jam perjalanan. Memasuki kawasan Bromo diawali dengan jalan menukik dan sempit mulai dari Jemplang (pertigaan ke Bromo dan ke Ranu Pani/Semeru), selanjutnya kita disambut padang savana dan gurun pasir yang luas.  
Nampak juga bukit-bukit Teletubis yang begitu eksentrik, sayangnya nampak gersang dan kering, mungkin karena musim kemarau atau dampak letusan beberapa bulan sebelumnya. Setelah melewati karpet savana, giliran hamparan padang pasir yang lembut menyambut roda-roda mungil motor yang membuatnya terseok-seok. 

Tidak hanya sulit dilewati, padang pasir ini bisa tiba-tiba menjadi gelap disebabkan angin yang menerbangkan debu-debu pasir menjadi kabut dan menghalangi pandangan tidak lebih dari dua meter. 
Setelah melewati padang pasir yang luas, selanjutnya memasuki Cemoro Lawang, disini kita bisa melihat view G. Bromo dan lautan pasir yang sangat menarik, karena sedang berkabut jadi tidak begitu nampak keindahannya. 
Sebenarnya awal tujuan saya ke Pasuruan Melalui Tosari dan mampir ke Penanjakan yang merupakan lokasi favorite untuk melihat keindahan alam Bromo, tetapi karena salah jalur ternyata saya ke Pasuruan melalui Cemoro Lawang-Ngadi Sari-Sukapura-Tongas(Probolinggo)-Pasuruan. Ini dikarenakan salah bertanya salah jalan walaupun sampai tujuan.
Berikut beberapa jalur ke Bromo yang bisa menjadi pilihan:
1) Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Bromo atau dari Jemplang-Ranu Pane-Semeru
2) Malang-Purwodadi-Nongko Jajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan-Bromo
3) Malang-Pakis-Jabung-Nongko Jajar-Tosari-Wonokitri-Penabjakan-Bromo
4) Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Penanjakan-Bromo
5) Probolinggo-Tongas-Lumbang-Sukapura-Ngadisari-Cemoro Lawang-Bromo-Penanjakan
6) Lumajang-Senduro-Ranu pani-Jemplang-Bromo-Penanjakan

9 Komentar untuk "GUNUNG BROMO"

gunung bromo, sudah dikenal sbg tempat wisata yg sangat indah, panoramanya memanjakan mata dan ngga mau beranjak dari sana, betul2 tempat yg sangat menarik utk dikunjungi, terutama waktu datang liburan :)

@Ladida; betul sob, spertinya gak ada rasa bosan untuk kembali kesana, sensasi keeksotikan alamnya memang tdk bsa dlupakan, thanks sob..

Mau tanya, apakah ada jalur yg memungkinkan pakai sedan/Jazz? Kira2 dimana pit stop utk ganti sewa hardtop? Mohon sharing... thanks

@yherdian: ada banyak pilihan, pitstop untuk ganti hardtop ada di beberapa pintu masuk, jika anda lewat malang atau pasuruan bisa sewa di tosari (dekat pintu masuk), kalau lewat probolinggo bisa sewa di cemoro lawang, kalo pengalaman saya jalur yg paling enak jika pakai sedan bisa lewat jalur 4 & 5

ada foto2 lain di perjalanan dari pasuruan ke bromonya gak?

@Anita Mint: ya bnyak...bisa jg lihat di postingan View Point Gunung Bromo
thanks kunjungannya

sekarang udah beda, bnyak sampah dilautan pasir

aku biasanya lewat jalur yang ke-dua itu, hihihihi..
enak soalnya, jalannya uda ber aspal, tp sekarang ya rada2 rusak gitu deh kena genangan air, tapi terbayar dengan keindahannya, sampe penanjakan aja uda tereak, sampe bromonya malah makin pengen tereak.. :D
sumpah deh selalu kangen sama bromo . :D

PERMISI NUMPANG LEWAT MIN...

Yang butuh Transportasi ke BATU dan BROMO hubungi:
083 848 392 999 (Sms/Whatsapp/Line)
081 333 088 832 (Telphone)
Pin Blackberry: 75FC6FDA
www.sahabatsemeru.blogspot.com

Komentar anda tidak dimoderasi dan verifikasi, Terimakasih atas komentarnya yg sangat berharga dan bijak, semoga bermanfaat

Back To Top